Beranda Publik Politik Bupati Dompu Larang Bakar Batang Jagung

Bupati Dompu Larang Bakar Batang Jagung

176
0
BERBAGI
Bupati Dompu saat panen jagung

Koresponden Koranmerah [Senin, 01/4]


Limbah jagung atau sisa hasil panenan jagung dapat berfungsi sebagai pupuk organik yang baik bila dikelola dengan baik. Limbah jagung akan bisa mengembalikan kesuburan tanah karena akan meningkatkan unsur hara di dalam tanah.

Hal itu diungkapkan Bupati Dompu, Bambang M Yassin dalam acara Panen Raya Jagung di Desa Suka Damai Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu NTB, Selasa (26/3) yang dihadiri oleh Pangdam IX /Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP.

“Para penyuluh mulai hari ini larang petani bakar batang jagung. Biarkan saja menutup tanah sehingga nanti menjadi pupuk organik,” imbaunya.

Dijelaskan Bupati memanfaatkan limbah jagung sebagai pupuk organik merupakan langkah tepat agar mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik. Apalagi pemerintah semakin mengurangi alokasi pupuk bersubsidi setiap tahunnya. Sedangkan pupuk non subsidi harganya cukup mahal.

“Ketergantungan kita pada pemerintah bisa kita turunkan. Dan saya yakin suatu saat petani tidak ketergantungan lagi dengan pupuk,” imbuhnya.
Terkait pemanfaatan limbah jagung ini, dijelaskan pula oleh Koordinator Penyuluh Pertanian Kabupaten Dompu, Suradi, SP.

Saat panen jagung demplot oleh Lembaga Studi Pengkajian Lingkungan  (Lespel) Dompu di Desa Kampasi Meci Kecamatan Manggelewa minggu lalu Suradi menjelaskan  dalam sistem pertanian konservasi sisa panenan jagung tidak boleh dibakar tetapi dimanfaatkan sebagai penutup tanah.

“Ada 3 prinsip dalam pertanian konservasi yaitu pertama pengolahan tanah seminimal mungkin,  kedua penutupan tanah selama mungkin boleh menggunakan tanaman hidup atau memanfaatkan sisa – sisa tanaman dan ketiga tumpang sari dengan tanaman kacang – kacangan (leguminusae).

Sementara Petrus Naibobe dari Yayasan Mitra Tani Mandiri NTT menerangkan membakar limbah jagung itu adalah cara yang tidak ramah lingkungan karena akan dapat merusak struktur tanah dan bahkan mematikan mikroorganisme yang ada di dalam tanah.

“Sisa panenan jagung itu dapat dimanfaatkan sebagai penutup tanah. Fungsinya akan menjadi pupuk organik yang dapat menyuburkan tanaman, akan menghambat pertumbuhan gulma dan akan dapat mempertahankan kelembaban tanah,” kata Petrus.[amin/klp]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here