Beranda Publik Politik Kunjungi Ponpes Yatofa Bodak, Kyai Ma’ruf Minta Doa

Kunjungi Ponpes Yatofa Bodak, Kyai Ma’ruf Minta Doa

422
0
BERBAGI
KH.Ma'ruf Amin saat bersama TGH. Fadli FT, Pimpinan Ponpes Yatofa Bodak [kanan]

Koresponden Koranmerah [Selasa, 02/4]


Kedatangan KH. Ma’ruf Amin ke Yatopa disambut hangat oleh seluruh keluarga besar Yatopa Bodak, Lombok Tengah, Selasa, [02/4]. KH. Ma’ruf Amin tiba di Yatopa Bodak pada pukul 14.14 Wita.

Dalam sambutannya, KH. ma’ruf Amin menyatakan bahwa, hubungannya dengan keluarga Yatopa sudah terbangun sejak lama. Ia bertemu dengan pimpinan Yatofa Bodak, KH. Fadli FT sejak dua dasawarsa silam.

” Alhamdulillah, saya bisa bersilaturrahim dengan teman saya, kami bertemu sekitar 20 tahun yang lalu, Saya bersyukur bisa bersilaturrahim di tempat ini”. ungkap KH. Ma’ruf Amin.

Selain itu, Kyai Ma’ruf meminta do’a kepada seluruh jamaah Yatopa serta menjelaskan terkait dengan dirinya sendiri, alasannya maju mendampingi Jokowi di Pilpres mendatang.

” Saya meminta do’a kepada jamaah untuk di berikan keringanan dalam mengatur negara, supaya negara jangan jauh jauh terhadap ulama. Kenapa kok Kiyai mau maju di pilpres padahal sudah menjadi ketua MUI, ? Kita patut bersyukur karena Pak Jokowi menghargai ulama dan merupakan penghargaan terhadap ulama untuk mengatur negara,” katanya.

Selain itu, Ma’ruf juga menyebutkan sebagai santri , maju di Piplres mendatang juga ia ingin membesarkan kaum santri, agar santri mempunyai rasa optimisme, dan tidak merasa rendah hati, santri bisa jadi apa saja, bisa jadi gubernur dan dan pejabat tinggi lainnya.

” Kita sama sama mebangun bangsa dan negara dengan konsep membagun negara dengan ketentraman, tanpa kegaduhan dan santun. Santun yang saya maksud adalah Jangan ahli waqiyyun “ahli maki maki”. Beda pilihan, tidak boleh bermusuhan sebab pilihan presiden bukan perang, tapi mencari pemimpin,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa Pilpres bukan perang badar sehingga tidak boleh doa perang badar dipakai untuk Pilpres.

” Perang badar merupakan perang antara kafir dengan muslim, terus pertanyaanya, siapa yang kafir, kita tetap saudara, sahabat, sebangsa dan bertanah air?.” Jelas Kiyai Ma’ruf.

Lebih lanjut, Kiyai Ma’ruf menekankan bahwa masyarakat Nusa Tenggara Barat tidak percaya terhadap isu bohong yang berkembang. Ia menyebut mereka yang percaya isu hoax adalah orang bodoh.

“Yang percaya hoax itu orang bodoh, insya allah orang NTB tidak akan percaya hoax. Ringkasnya, saya maju sebagai calon wakil Presiden untuk Menjaga negara, menjaga ummat dan menjaga agama,” imbuh Ma’ruf Amin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here