Beranda Publik Politik Bertemu Pengurus NW di Loteng, TGB Tegaskan Jokowi Tak Anti Islam

Bertemu Pengurus NW di Loteng, TGB Tegaskan Jokowi Tak Anti Islam

168
0
BERBAGI
Ketua PBNW, TGB Zaenul Majdi saat bertemu dengan Pengurus NW Lombok Tengah

Koresponden Koranmerah [Kamis, 04/4]


Pengurus Besar Nahdlatul Wathan mengadakan pertemuan dengan Pengurus Daerah Nahdotul Wathan Kabupaten Lombok Tengah, [03/04].

Silaturrahmi PBNW dengan PDNW Kabupaten Lombok Tengah dalam rangka menyatukan pemahaman tentang tentang keberadaan pemuka agama di Lombok yang mesti menjadi sumber motivasi bagi umat, khususnya Nahdlatul Wathan.

Dalam silaturrahmi di kediaman TGH. Tahir Azhari ini, dihadiri oleh TGB Zainul Majdi, selaku Ketua Umum PBNW), H.M. Syamsul Luthfi, TGH.Tahir Azhari, H.Irzani, H.M. Kasdiono dan seluruh kader NW di tingkat ranting NW Kabupaten Lombok Tengah.

Silaturrahmi PBNW dengan PDNW Kabupaten Lombok Tengah,  Zainul Majdi memberikan pencerahan kepada jamaah yang hadir. Ia memberikan pesan bahwa pada Pilpres tahun ini merupakan pemilihan pemimpin bukan perang suci antara yang muslim dan kafi.

” Jangan sampai ada analog yang mengatakan bahwa Pilpres merupakan perang suci, maka tidak boleh ada diantara kita yang berfikiran bahwa Pilpres kali ini merupakan pertempuran antara musyrik dengan muslim, Pilpres adalah agenda tahunan, maka Pilpres harus di tanamkan sebagai agenda untuk berniat Fastabikulkhoirot.” Kata TGB dalam tausiahnya.

TGB juga melanjutkan bahwa musuh utama Jokoi adalah fitnah dan hoax. Ia menyerukan agar kalangan NW meluruskan fitnah yang beredar tersebut.

” Musuh utama kita dan bapak Jokowi adalah fitnah dan hoax, maka tugas kita adalah meluruskan apa adanya. Kita sampaikan bahwa jokowi tidak memusuhi Islam, kita tegaskan bahwa Jokowi tidak sama sekali anti Islam beliau memberikan pondok pesantren bantuan dan program- program, dan itu menjadi bukti bahwa beliau pro terhadap Islam dan kemaslahatan ummat,” mantan Gubernur NTB ini.

Mengenai isu kriminalisasi ulama yang dilakukan oleh presiden Jokowi. Menurutnya kriminalisasi ulama adalah isu belaka. Ia mencontohkan yang terbaru, ketika Habib Bahar Bin Smith dipenjara, bukan karena Jokowi tidak pro terhadap ulama, akan tetapi ketika bentuk pembelaan hukum terhadap kasus kekerasan yang dilakukan oleh Habib Bahar terhadap anak orang, kemudian orang tuanya keberatan.

Untuk itu, TGB mengharapkan agar jamaah NW khususnya dan masyarakat NTB umumnya agar tidak serta merta percaya terhadap berita bohong atau hoax yang menimpa presiden Jokowi

“Jangan sampai percaya kepada berita bohong atau hoax, perlu saudara- saudara tahu bahwa NTB menempati urutan ke-3 hoax tersubur di Indonesia dari beberapa Provinsi di Indonesia, urutannya adalah Provinsi Jawa Barat, Banten dan NTB,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here