Beranda Publik Politik Gerakan Berjamaah Shalat Fardhu Lima Waktu di NTB

Gerakan Berjamaah Shalat Fardhu Lima Waktu di NTB

228
0
BERBAGI
Gubernur NTB keluarkan himbauan Gerakan Sholat Berjamaah 5 waktu

Koresponden Koranmerah [Kamis, 04/4]


Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengeluarkan Surat edaran tentang Gerakan Berjamaah Shalat Fardhu Lima Waktu di Masjid bagi umat Muslim di lingkungan pemerintah provinsi NTB.

Surat edaran dengan nomor 451/111/kesra tertanggal 12 Maret Tahun 2019 tentang Shalat Berjamaah Tepat Waktu tersebut berupa imbauan Gubernur kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov NTB dan merupakan penjabaran wujud nyata dari Visi Provinsi NTB.

Hal itupun disambut positif berbagai kalangan khususnya para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Provinsi NTB.

Gerakan Berjamaah Shalat Fardhu Lima Waktu dilakukan dengan menghentikan atau menunda berbagai kegiatan atau aktifitas saat masuk waktu Shalat bagi seluruh pegawai ASN yang beragama Islam.

“Kalau sedang rapat atau ada tamu, ajak sekalian tamu atau peserta Rapat nya untuk Shalat Berjamaah,” ujar karo Humas dan Protokol, Najamuddin Amy, (Rabu,/ 3 /04/ 2019).

Demikian pula saat sedang bekerja, lanjut Najamuddin, khususnya di waktu dzuhur dan ashar, pimpinan unit kerja diimbau mengajak stafnya untuk shalat berjamaah dan menghentikan atau menunda segala aktifitas bekerja dan segera ke Masjid, jika sedang ada pelayanan diimbau untuk menyampaikannya dengan baik dan sopan kepada pemohon layanan.

“Surat edaran ini sangat tepat dengan momen Isra Mi’raj yang Insya Allah akan kita rayakan bersama, Kebijakan ini dianjurkan untuk dilaksanakan secara jamaah di Masjid, bukan di Ruang kerja karena bisa lebih mempererat tali silaturahmi antar ASN.”Ungkap Najamuddin.

“Beberapa kabupaten /kota di NTB sudah melakukan kebijakan serupa, kami sangat mengapresiasi. Ini harus ditingkatkan, mudah – mudahan seluruh kab/kota di NTB melakukan kebijakan serupa. Sehingga NTB Gemilang yang kita cita-citakan dapat terwujud, salah satunya NTB yang Aman dan Berkah,” ucapnya.

Dengan adanya kewajiban secara hukum positif terhadap kewajiban bagi ASN Lingkup Pemprov. NTB untuk sholat berjamaah, maka akan menjadi kesinambungan antara karakter masyarakat Nusa Tenggara Barat yang religius dengan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here