Beranda Hukum Kriminal Ternyata Ini Penyebab Meninggalnya Warga Peresak Yang Gantung Diri Itu

Ternyata Ini Penyebab Meninggalnya Warga Peresak Yang Gantung Diri Itu

264
0
BERBAGI
Warga Peresak Peringgarata, Lombok Tengah yang gantung diri

Koresponden Koranmerah [Minggu, 07/4]


Entah setan apa yang merasuki warga Desa Peresak, Kecamatan Batukliang, inisial MI 31 tahun hingga nekad mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara gantung diri.

Korban yang kesehariannya berprofesi sebagai petani itu ditemukan sudah tidak lagi bernyawa sekitar pukul 15.30 wita dalam rumahnya dalam posisi tergantung menggunakan tali nilon, kemarin.

Kapolsek Batukliang Loteng, IPTU Samsul Rijal membenarkan adanya warga yang gantung diri tersebut.  Ia menegaskan,  pihaknya mendapatkan informasi itu langsung menuju TKP untuk melakukan evakuasi terhadap korban setempat.

“ Kami menerima laporan anggota Bhabinkamtibmas setempat makanya kami langsung bergerak ke TKP untuk melakukan evakuasi bersama warga,” ungkapnya, kemarin.

Ia menegaskan,  dari keterangan para saksi, yang pertama kali menemukan korban adalah istrinya inisial NH [27] sekitar pukul 15.00 wita dalam posisi tergantung. Sebelum menemukan korban tergantung istri korban meninggalkan korban pergi berkunjung kerumah orang tuanya dibagian atas rumah korban.

Namun, karena merasa was was istri  korban pulang kerumah dan  telah menemukan korban dalam posisi tergantung dengan tali nilon yang terikat dengan kayu yang diletakkan diatas tembok bagian dalam rumah. Setelah melihat itu, istri korban langsung histeris dan berusaha meminta meminta pertolongan kepada warga setempat.

Mendengar teriakan korban, sejumlah warga sekitar langsung menuju TKP dan berupaya untuk menurunkan tubuh korban yang tergantung dengan harapan kondisi korban masih bernyawa.

Sayangnya, usaha warga tersebut tidak membuahkan hasil karena setelah korban diturunkan tubuh korban sudah tidak bernyawa. Selanjutnya pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Babhinkamtibmas dan Polsek Batukliang guna penanganan lebih lanjut serta menghubungi pihak Puskesmas Mantang guna memastikan status kematian korban.

“ Kami harapkan ini menjadi pembelajaran kita semua, agar tetap mengawasi keluarga kita bila memang mereka dalam kondisi tidak normal,” jelas Kapolsek Batukliang.

Ia menegaskan, dari keterangan pihak keluarga, bahwa korban mengalami depresi, karena sebelumnya korban pernah melakukan percobaan bunuh diri yang diperkuatkan dengan gerak-gerik korban yang sering membawa tilon.

“ Tapi tali nilon yang sering dibawa korban pernah juga direbut oleh istrinya kemudian disembunyikan,” ungkapnya.

Sehingga, dengan kejadian itu, pihaknya keluarga menganggap sebagai musibah dan tidak akan melanjutkan permasalahan ke ranah hukum yang diperkuat dengan pernyataan penolakan dilakukan otopsi terhadap jenazah korban.

“ Dari keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi, mereka menggapnya semua ini sebagai musibah dan akan segera mengurus pemakaman untuk korban,” tuturnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here