Beranda Publik Politik TBM Sahabat Literasi, Upaya Pemuda Desa Wajegeseng Ajak Gemar Membaca

TBM Sahabat Literasi, Upaya Pemuda Desa Wajegeseng Ajak Gemar Membaca

223
0
BERBAGI
Taman Baca Masyarakat Sahabat Literasi Wajegeseng

Koresponden Koranmerah [Senin, 08/4]


Merosotnya minat baca di kalangan masyarakat saat ini menjadi ganjalan di pikiran seorang pemuda asal Desa Wajegeseng, Kopang, Lombok Tengah.

Abdul Hadinussobur namanya, pemuda ini patut dicontoh dalam memikirkan budaya baca bagi anak-anak dan masyarakat desanya. Ia melihat di desanya sangat minim anak dan pemuda, apalagi masyarakat yang menyediakan waktunya untuk membaca. Keadaan inilah yang membuat Hadi mendirikan Taman Baca Masyarakat (TBM)  yang ia beri nama ” Sahabat Literasi”.

Berbekal Sarjana Pendidikan, Hadi berspekulasi untuk pulang kampung dan mengabdikan diri ditengah masyarakat. Tidak ada fikiran lain selain pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap keberadaan TBM ini bisa memompa kesadaran masyarakat di desanya untuk membaca.

” Secara pribadi, Tujuan dibentuknya TBM Sahabat Literasi ini hanya untuk pengabdian kepada masyarakat dan secara umum, TBM kami ini untuk mengedukasi kan masyarakat Wajageseng bahwa membaca bukanlah milik orang yang duduk di sekolah dan bangku kuliah, akan tetapi untuk semua,” ungkap Hadi.

TBM Sahabat Literasi mempunyai konsep membaca untuk semua. Dimana Hadi menyebutkan semua masyarakat mempunyai hak yang sama dalam mendapatkan ilmu pengetahuan, bukan saja bagi kalangan kaum pelajar atau yang mengenyam bangku kuliah.

” Dengan konsep tersebut juga, konten buku yang kami sediakan di TBM ini juga beragam, saya sadar bahwa saya bukanlah sarjana pertanian, oleh sebab itu saya sediakan buku-buku atau majalah pertanian, saya yakin, saya tidak ahli dalam pemahaman mesin, maka saya sediakan buku atau majalah yang berkaitan dengan Tehnik mesin, begitu seterusnya,” jelas Hadi.

Hal yang menarik dari didirikannya TBM tersebut adalah usaha menyadarkan masyarakat Desa Wajageseng yang masih banyak belum tersadarkan sepenuhnya terhadap budaya membaca sebagai cara menyerap ilmu pengetahuan yang tidak hanya bermamfaat bagi memperluas pengetahuan tapi juga dapat dimamfaatkan langsung bagi kehidupan sehari-hari.

” Kami berharap, dengan budaya membaca ini, masyarakat semakin mendapatkan pemahaman terhadap cara memperbaiki kualitas kehidupannya, seperti misalnya buku pertanian, warga bisa bertani lebih baik lagi,” kata Hadi,

Lebih lanjut Hadi menyatakan rencana pembentukan TBM Sahabat Literasi ini berawal dari pasca wisuda. Setelah itu, ia kumpulkan teman-teman seperjuangan untuk membentuk TBM ini dan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat Desa.

” Setelah itu, saya beserta teman-teman berkoordinasi dengan Pemerintah Desa, Para Kepala Dusun dan alhamdulillah mendapatkan respon positif dari Pemdes dan Pemdus Wajageseng, setelah itu saya beserta teman seperjuangan di sini mencari relawan yang bersedia menyumbangkan buku-buku atau majalah,” katanya.

Sasaran relawan penyumbang buku ini adalah para mahasiswa yang jurusannya berbeda dengan dirinya. Sehingga selama kurun waktu kurang lebih 3 bulan, TBM Sahabat Literasi Desa Wajageseng ini telah mengumpulkan 510 buku yang berasal dari relawan.

” Jumlah buku plus majalah yang terkumpul di TBM ini adalah 510 buah, tentu ini kami rasa masih kurang. Niatnya kami adalah, setelah ada izin dari Pemdes Desa kami, kami sangat berharap ada Suplay bahan bacaan dari pemerintah Kabupaten, dalam hal ini Puskab. Lombok Tengah, dan relawan-relawan literasi yang lain. Jika ini bisa direspon, maka bisa dibayangkan, berapa masyarakat Desa Wajageseng yang akan tersadarkan dari budaya baca tersebut,” Harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here