Beranda Nasional Kapolda NTB Tinjau Helikopter Yang Jatuh. KNKT Temukan Tangki Bahan Bakar Kosong

Kapolda NTB Tinjau Helikopter Yang Jatuh. KNKT Temukan Tangki Bahan Bakar Kosong

150
0
BERBAGI
Kapolda NTB saat mengunjungi Helikopter yang jatuh di Desa Kawo, Pujut

Koresponden Koranmerah [Selasa, 16/7]


Kapolda NTB, Irjen Pol Drs Nana Sudjana, AS,MM dikawal pejabat utama Polda NTB serta pejabat utama Polres Loteng turun langsung mengecek kondisi pesawat helikopter yang jatuh di areal sawah warga di Dusun Gilik, Kecamatan Pujut Loteng, kemarin.

Tujuan turunnya  orang nomor satu di kepolisian NTB selain untuk mengecek namun untuk melihat keamanan di wilayah sekitar areal pesawat yang sudah di pasangkab police line tersebut.

Kapolda NTB,  Irjen Pol Nana Sudjana yang didampingi Kapolres Loteng,  AKBP Budi Santosa menyatakan, untuk pesawat helikopter ini memang dari lapangan bajo NTT kemudian akan menuju bandara Lombok Internasional Airport.

Namun, sebelum tiba dibandara, pesawat yang membawa tiga penumpag warga asing itu mendarat tiba –tiba diareal pesawahan warga. Untungnya, semua penumpang termasuk pilot  selamat hanya mengalami luka saja.

”  Kami tetap meminta anggota untuk memantau bangkai pesawat di lapangan, ” jelasnya.

Selain itu, untuk pesawat yang terjatuh itu, pihaknya dari kepolisian berkerjasama dengan TNI maupun pihak Angkasa Pura sudah melakukan segala upaya seperti melakukan evakuasi terhadap para korban sebelumnya. Untuk keamanan sendiri,  pihaknya juga sudah memasangkan police line areal pesawat terjatuh itu. “

Kami hanya bertugas untuk keamanan. Kalau untuk yang lainya akan disampaikan oleh KNKT,”  tuturnya.

Sementara itu, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya turun gunung langsung untuk melakukan investigasi terhadap pesawat helikopter yang jatuh diareal pesawahan Dusun Gilik, Desa Kawo, Kecamatan Pujut Loteng,  kemarin.

Tim KNKT yang didampingi petugas Angkasa Pura I Lombok Internasional Airport (LIA)  tiba di lokasi sekitar pukul 11.30 wita.   Mereka yang membawa peralatan, kemudian langsung memeriksa awak pesawat helikopter jenis B206L4 milik PT Carpediem Air yang jatuh pada hari Minggu (14/07) tersebut.

Dari hasil pemeriksaan lebih dari 2 jam lebih tersebut, pihak KNKT menemukan fakta baru dalam ivestigasinya terhadap pesawat yang jatuh bersama tiga penumpang dan satu pilot itu. Dimana, ditemukan tanki bahan bakar helikopter tersebut dalam keadaan kosong.

Meski demikian, pihak KNKT belum bisa menyimpulkan bahwa pesawat itu terjatuh karena kehabisan bahan bakar,  karena mereka masih melakukan investigasi mendalam dan mengumpulkan bukti -bukti untuk mencari tahu penyebab pesawat tersebut terjatuh ini.   Sehingga, untuk mencari penyebab sebenarnya,  dalam pemeriksaan investigasi itu,  pihak KNKT selain mengamankan sejumlah dokumen pesawat, namun mereka juga membawa benerapa bukti yang ditemukan di awak pesawat untuk melakukan ivestigasi lebih dalam lagi.

Tenaga Ahli KNKT,  Masruri usai melakukan investigasi terhadap bangkai pesawat itu menyatakan bahwa, pihaknya dibantu Direktorat Perhubungan Udara dan pihak Bandara LIA turun dengan tujuan  untuk melakukan mengumpulkan data untuk membantu pihaknya melakukan investgasi kenapa pesawat ini bisa mendarat di tengah areal pesawahan.

“ Kami turun mengumpulkan data data maupun bukti sebagai analisa kenapa pesawata ini bisa mendarat di areal pesawahan warga ini,”  jelasnya, kemarin.

Ia menegaskan,  tapi dalam pemeriksaan terhadap pesawat tersebut, pihaknya menemukan bahwa tangki bahan bakar dalam keadaan kosong.   Tapi, pihaknya belum bisa simpulkan temuan tangki kosong tersebut menjadi penyebab pesawat terjatuh.  Karena pihaknya harus mendalami kenapa tangki pesawat kosong.

  “ Memang kami temukan bahwa tangki pesawat dalam kondisi kosong.  Tapi kami perlu teliti kenapa tangki tersebut bisa kosong.   Apakah karena benturan atau apa.  Ini harus kita dalami lagi,”  ungkapnya.

Menurutnya,  untuk penyebabnya, pihaknya masih mengumpulkan data baik  lapangan seperti data yang ada di bangkai helikopter maupun data kantor pesawat.  Karena memang pihaknya harus mengumpulkan data sebanyak-banyaknya yang akan buat sebagai data analisa kenapa helikopter  itu  ini bisa mendarat di areal pesawahan warga.  “ Dengan data mapun bukti yang ditemukan itu akan membantu kami untuk  untuk identifikasi. Dan untuk sementara kami belum menemukan data yang memang untuk dijadikan bahan analisa,”  tegasnya.

Ia menjelaskan, untuk waktu yang dibutuhkan guna mengetahui penyebab pesawat terjatuh, pihaknya  mempunyai waktu sekitar 12 bulan.  Disinggung mengenai apakah pesawat memakai menggunakan Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR)?. Ia mengaku untuk pesawat ini masih belum menggunakan alat tersebut.  Tapi secara aturan, pesawat dibolehkan tidak menggunakan alat tersebut.

“  Kenapa pesawat ini bisa terbang karena memang pesawat masih memenuhi ketentuan pemerintah,” ucapnya.

Ia menyatakan, hingga saat ini, pihaknya masih melakukan interview terhadap pilot pesawat, karena memang kondisi pilot masih membutuhkan istirahat.   Pihaknya akan meminta keterangan terhadap pilot setelah kondisi pilot memang benar –benar sudah sangat baik dan sangat pres.

“ Kami akan meminta keterangan pilot setelah kondisinya sangat pres.  Kami tidak ingin meminta keterangan pilot dalam kondisi yang sekarang,” tuturnya.[tribtr]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here