Beranda Hukum Kriminal Jual Nasi di Senggigi, Nyambi Buka Praktek Aborsi di Hotel

Jual Nasi di Senggigi, Nyambi Buka Praktek Aborsi di Hotel

336
0
BERBAGI
Polres Lombok Barat saat memberikan keterangan pers kasus Aborsi

 Koresponden Koranmerah [Rabu, 24/7]


Kapolres Lombok Barat menggelar Koferensi Pers kasus aborsi yang terjadi di salah satu Hotel di Batulayar Lombok Barat.

“Kasus aborsi ini terjadi pada tanggal 18 juli 2019,  berawal dari informasi atau laporan dari masyarakat,” ungkapnya.

Aborsi ini dilakukan oleh tiga orang, dua orang ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan satu orang hanya ditetapkan sebagai korban.

Pelaku pertama beinisial IJ, perempuan 32 tahun kelahiran Malang beserta pacar korban berinisial NS, laki-laki 21 tahun kini mendekam di rumah tahanan Polres Lombok Barat, sedangkan Y selaku korban masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda NTB.

“ Ketiga orang ini menyewa sebuah hotel di Senggigi Batulayar, untuk melakukan aborsi,” katanya.

Kemudian Petugas Kepolisian Polres Lombok Barat melakukan penggerebekan di hotel tersebut, korban sudah dalam keadaan tertidur di kamar hotel.

Dari pengakuan IJ, bahwa menggugurkan kandungan Y dilakukan dengan cara memasukan obat secara oral, juga dilakukan dengan cara memasukan cairan kedalam kelamin korban.

“IJ memasukan alat suntik yang telah dilepas jarumnya, kedalam kelamin korban,” jelasnya.

IJ tidak mempunyai latar medis sama sekali, yang lebih mencengangkan lagi bahwa IJ hanya seorang penjual nasi di Senggigi dan perbuatan aborsi yang dilakukannya karena sebelumnya sudah pernah melakukan aborsi.

“IJ memperoleh obat yang dimasukan kepada korban di apotik, dan kini masih dalam pengembangan di apotik mana IJ memperoleh obat tersebut.

Pada saat diamankan, korban sempat di bawa ke Puskesmas meninting Batulayar untuk dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi korban.

“Pihak Puskesmas saat itu menyatakan bahwa, kondisi korban masih baik dan janinnya masih dalam keadaan kuat,” imbuhnya.

Berdasarkan keterangan dari pihak Puskesmas tersebut, korban akhirnya dibawa ke Polres Lombok Barat, namun sesampainya di Mapolres korban mengalami kontraksi akibat pengaruh obat yang dimasukkan oleh IJ.

“korban lagsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan tindakan medis,” katanya.

Kapolres kembali menjelaskan bahwa untuk sementara dua orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu IJ dan NS selaku pacar Korban.

“Tersangka IJ di jerat dengan pasal 75 jo 194 ayat (1) tentang UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan Tersangka NS dijerat dengan pasal 83 UU RI No. 36 tahun 2014 tentang tenaga kesehatan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here