Beranda Hukum Kriminal Senin, Jenazah Prajurit TNI Asal Lotim Akan Tiba di Lombok. Ditembak Kelompok...

Senin, Jenazah Prajurit TNI Asal Lotim Akan Tiba di Lombok. Ditembak Kelompok Egianus Kogoya

2281
0
BERBAGI
Pratu Sirwandi M. Sahidillah, Prajurit TNI asal Lombok Timur yang meninggal dalam kontak senjata dengan KKB Papua

Koresponden Koranmerah [Minggu, 18/8]


Hari Senin 19 Agustus 2019, pukul 09.00 WITA jenazah Pratu Sirwandi M. Sahidillah, prajurit TNI dari Batalyon Infanteri (Yonif) RK 751/VJS yang terkena peluru kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di bagian dada dan perut, akan tiba di Bandara Lombok Internasional Airport (LIA) Untuk dilakukan pesemayaman dan pemakaman dengan tata cara militer sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terakhir kepada setiap prajurit yang gugur dalam tugas.

Kepala Penerangan Komando Resort Militer (Kapen Rem) 162/WB, Mayor Inf Dahlan, S.Sos menyampaikan, Jenazah Pratu Sirwandi akan dilaksanakan penjemputan untuk pesemayaman dan pemakaman dengan tata cara militer sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terakhir kepada setiap prajurit yang gugur dalam tugas di Desa Selawing Kecamatan Sakra Lombok Timur pada Senin (19/8).

“Penjemputan jenazah di Bandara rencana dipimpin Kasrem 162/WB Letkol Inf Endarwan Yanshori dan jenazah almarhum Praka Sirwandi akan diberangkatkan kerumah duka untuk diserahkan kepihak keluarga untuk selanjutnya akan dilakukan pesemayaman dan Pemakaman dengan Upacara militer sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan terakhir kepada Almarhum yang telah gugur dalam melaksanakan tugas demi bangsa dan negara,” ungkapnya Minggu (18/8).

Mayor Inf Dahlan menjelaskan, Jenazah prajurit TNI AD kelahiran 24 April 1996 itu sebelumnya disemayamkan di Markas Yonif RK 751/VJS (dulu disebut Yonif 751/R) di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua sebelum di bawa ke Lombok.

Informasi yang diterima, sesuai rencana, jenazah Pratu Sirwandi akan diterbangkan menggunakan pesawat komersial dari Bandara Sentani menuju Bandara Sultan Hasanudin Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (18/8).

Selanjutnya, pada Senin (19/8) pukul 08.45 Wita, jenazah putra dari pasangan Baharuddin dan Ramlah itu akan diterbangkan dari Makassar ke Bandara Internasional Lombok juga menggunakan pesawat komersial, untuk selanjutnya dibawa ke kampung halamannya di Desa Selawing, Kecamatan Sakra Selatan, Kabupaten Lombok Timur, NTB.

Pihak pengantar yakni Mayor Inf Rofi Irwansyah selaku Komandan Yonif RK 751/VJS dan Lettu Inf Rhizal Shanda Santoso selaku Danki D Yonif RK 751/VJS.
Pratu Sirwandi yang menderita luka tembak di dada dan perut, meninggal dunia dalam perawatan medis di RSUD Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Sabtu (17/8) pukul 21.35 WITA.

Untuk diketahui, Pratu Sirwandi terkena peluru yang ditembakkan KKSB yang diduga pimpinan Egianus Kogoya, di sekitar Km 39 jalan Trans Wamena-Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada Jumat (16/8) sekitar pukul 15.30 WITA.

Sirwandi sempat menjalani dua operasi di ruang ICU RSUD Wamena, hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Sebelumnya, konvoi kendaraan pengangkut logistik milik satgas pengamanan daerah rawan (pamrahwan) dari Yonif 751/R ditembak secara sporadis oleh KKSB.

Tembakan berasal dari dua arah yaitu ketinggian dan lembah yang berada di kanan dan kiri jalan. Penembakan sporadis itu terjadi setelah dua unit kendaraan jenis Hilux yang baru selesai mengantar perbekalan untuk personel Pos Pamrahwan TNI yang berada di Mbua, Kabupaten Nduga, Papua.

Dalam posisi terjepit, sebanyak 12 personel TNI yang bertugas mengawal konvoi segera turun meninggalkan kendaraan dan bereaksi dengan membalas tembakan.Kontak tembak berlangsung selama kurang lebih 20 menit. Tembakan balasan dari para personel TNI membuat kelompok tersebut melarikan diri.

Setelah medan berhasil dikuasai, 2 prajurit TNI dilaporkan menderita luka tembak. Pratu Pànji tertembak pada bagian lengan kiri dan Pratu Sirwandi tertembak pada bagian dada dan perut serta paha. (prm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here