Beranda Hukum Kriminal Polda NTB Tangkap Nelayan Pengebom Ikan di Perairan Poto Tano. Begini Kronologinya

Polda NTB Tangkap Nelayan Pengebom Ikan di Perairan Poto Tano. Begini Kronologinya

123
0
BERBAGI
Petugas saat amankan pengebom ikan di perairan Poto Tano

Koresponden Koranmerah [Kamis, 19/9]


Kapal Patroli Polisi KP.XXI-1003 yang beroprasi di Wilayah Perairan Sumbawa berhasil mengamankan pelaku dan barang bukti penangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak (handak) atau bom ikan.(16/09/2019)

Direktur Polairud Polda NTB Kombes Pol I Made Sunarta, S.E., M.H. memberikan keterangan bahwa  penangkapan terhadap nelayan yang diduga menangkap ikan dengan meggunakan Handak di Wilayah Perairan Pulau Paserang Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat.

“ Pada saat anggota melaksanakan Patroli rutin, sekitar pukul 05.00 wita, mengamati ada 4 (empat) buah perahu nelayan yang sedang merakit Bom ikan di atas perahu, kemudian pada pukul 05.30 wita, pada titik Koordinat S 830’45’.2016 E 11647’38.6016 terdengar suara ledakan Bom di Laut sebanyak lima kali dan ada dua orang yang menyelam untuk mengambil ikan dari ledakan tersebut,” terangnya.

Adapun jumlah tersangka sebanyak 5 (lima) orang dengan inisial : AK (45), Y (35), M (35), A (45), MI (30) semuanya beralamat di Padak Guar Desa Labuan Lombok Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur.

“Proses penangkapan nelayan tersebut  dilaksanakan sesuai prosedur yaitu dengan memantau nelayan tersebut terlebih dahulu, baru kemudian ambil tindakan dengan memerintahkan mematikan mesin untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Saat diperiksa lebih lanjut ditemukan botol yang sudah berisi pupuk sebanyak tiga karung, satu buah perahu tanpa nama, Ikan 1 box, beberapa botol, 1 buah serokan, Batu 1box, Kaca mata selam, Selang Kompresor.

“Para pelaku dan Barang bukti langsung digiring ke pangkalan kami di Luk Sumbawa besar untuk dimintai keterangan, baru kemudian di bawa ke Mako Dit Polairud Polda NTB beserta BB (barang bukti) untuk pemeriksaan lebih lanjut.” ujar Made menegaskan.

Saat ini, kasus tersebut ditangani oleh Penegakan Hukum (Gakkum) Dit Polairud Polda NTB, dan para pelaku berada di sel tahanan Dit Polairud Polda NTB untuk keperluan administrasi penyidikannya.

Akibat perbuatannya para pelaku dapat dijerat Pasal 84 Ayat (1) dan Ayat (2) Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 juncto Pasal 85 UU No. 45/2009 tentang Perubahan atas UU No. 31/2004 tentang Perikanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here