Beranda Publik Politik Berdayakan Para Janda, Supli Sebut Cara Efektif Entaskan Kemiskinan

Berdayakan Para Janda, Supli Sebut Cara Efektif Entaskan Kemiskinan

78
0
BERBAGI
Ketua Komisi 4 DPRD Loteng, H.Supli [kanan] saat menyerahkan bantuan kepada para janda di kantor Dinsos Loteng

Koresponden Koranmerah [Kamis, 12/12]


Anggota DPRD Lombok Tengah, H.Supli melalui dana aspirasinya melaksanakan program pemberdayaan bagi wanita yang kondisinya saat ini dalam kesulitan ekonomi. Mereka adalah para janda yang memiliki anak yatim yang jelas tidak memiliki penopang mata pencaharian.

Pelaksanan kegiatan ini sudah dilakukan sejak tiga tahun terakhir ini. Hari ini, Kamis [12/12] sejumlah 70 orang janda dari kecamatan Praya dan Praya Tengah menerima bantuan berupa aneka jenis barang berupa sembako.

Barang barang ini, nanti bukan untuk dikonsumsi tapi untuk jadi modal usaha. Tujuannya, agar para janda ini mempunyai mata pencaharian dengan menjalankan usaha UMKM.

Dalam pemberian bantuan ini juga sekaligus diadakan Bimbingan Teknis cara berwirausaha agar barang yang diberikan bisa dijual dan berkembang. Selain Supli, hadir langsung memberikan Bimtek yakni Kadis Sosial Lombok Tengah, Baiq Sri Hastuti Handayani.

Para janda terlihat antusias mengikuti Bimbingan ini. Sejumlah dari mereka pun mengajukan pertanyaan. Misalnya Inaq Ani, saat ini dia menjadi pembantu rumah tangga. Ke depan dia ingin berusaha sendiri. Bantuan ini katanya sungguh bermamfaat baginya.

” Saya sangat bersyukur dengan adanya program pemberdayaan ini. Saya akan berusaha semaksimal mungkin,” katanya.

Sementara itu, Supli yang juga merupakan ketua Komisi 4 DPRD Loteng ini mengungkapkan dari 70 para janda yang hadir hari ini, ternyata banyak dari mereka tidak terakomodir dalam program PKH. Sehingga dirinya berkomitmen menyasar para janda yang memang tidak mempunyai tempat bergantung, apalagi ia mempunyai anak yang butuh biaya setiap hari.

“Ini orang orang yang benar benar miskin, yang ditinggal suami dan ada anak yatim disitu. Kita berkesimpulan tidak ada yang ngurus. Jadi akhirnya program ini bisa terlaksana melalui dana aspriasi,” jelas Supli.

Dewan dua priode ini menjelaskan selama tiga tahun terakhir program ini berlangsung, tak kurang dari 280 orang telah mendapatkan bantuan dan pemberdayaan. Pihaknya terutama fraksi PKS sudah sepakat, setiap Dapil menjadi konsen dari dewan PKS.

Program pemberdayaan janda ini menurut pentolan PKS Loteng ini sangat efektif mengentaskan kemiskinan. Jika biasanya yang dilakukan Pemda hanya memanggil anak yatim kemudian memberikan santunan, sementara program ini bertujuan menjadikan janda dan anak yatimnya bisa hidup mandiri.

” Biasanya sporadis sifatnya, hanya dikasih RP.100, Rp.50 ribu. Kita menganggap yang begitu itu tidak efektif. Sehingga akhirnya kita, lewat program aspirasi saya program kan khusus untuk janda yang ditinggal mati dan ada anak yatimnya dengan pola pembinaan dan bantuan barang usaha. kita tidak kasih berupa uang,” terangnya.

Sementara itu, Kadis Dinas Sosial Loteng memberikan apresiasi terhadap program ini. Ia berharap dewan yang lain memprogramkan dana aspirasi dalam bentuk serupa sehingga semakin banyak janda dan anak yatim yang bisa jadi sasaran.Tidak hanya di kecamatan Praya dan Praya Tengah. Saat ini setidaknya ada 7000 orang wanita yang masuk dalam kategori rawan sosial ekonomi

” Kita berusaha, untuk bantuan ini tidak menjadi konsumtif tapi untuk usaha. Sehingga kita kawal terus agar mereka bisa mandiri. Mereka juga nanti bisa membuat kelompok Usaha,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here