Beranda Traveling dan Wisata MSQ: Tidak Ada Alasan Menolak Nama Pahlawan Nasional Jadi Nama Bandara

MSQ: Tidak Ada Alasan Menolak Nama Pahlawan Nasional Jadi Nama Bandara

0
BERBAGI
Ketua MPC Pemuda Pancasila Lombok Tengah, M.Samsul Qomar

Editorial Koranmerah.com

Oleh: M Samsul Qomar, Ketua Pemuda Pancasila Lombok Tengah.


Terkait dengan penamaan bandara internasional Lombok menjadi nama Pahlawan Nasional BIZAM tidak perlu di rapatkan karena membuang waktu dan energi saja, padahal kementrian perhubungan sudah selesai untuk soal itu dan tidak perlu lagi ada pembahasan lebih lanjut.

Sebagai daerah yang masih mengharapkan kebijakan Pemerintah Pusat, baik kebijakan program maupun anggaran harusnya Loteng tidak menolak kehendak pusat. Kebijakan yang di keluarkan oleh pusat pastilah sudah melalui kajian yang matang dan prosea yang prosedural sehingga tidak ada alasan pemda loteng menolak kebijakan pusat.

Apalagi kita tau otoritas bandara ada pada Angkasa Pura sebagai pemilik lahan, kita Loteng dan Provinsi sudah menjual aset kita berupa lahan parkir senilai 40 M dan Provinsi 100 M dan sudah di pakai sevagian untuk jalan raya dan peogram lainnya, jika saja Pak suhaili tidak mebuat kebijakan melepas aset pemda loteng ke Angkasa Pura mungkin saja pemda bisa mwngatur minimal anggap saja kita ada saham di sana tapi ini kita tidak punya hak apa apa lagi di bandara itu termasuk namanya.

Apalagi, nama Zainuddin Abdul majid adalah nama pahlawan nasional kita bukan pahlawan Lombok Barat , Mataram atau Sumbawa tapi pahlawan Indonesia milik seluruh masyarakat Indonesia.

Tidak ada alasan kita rakyat Lombok Tengah menolak pahlawan nasional kita mestinya bangga karena NTB memiliki pahlawan nasional dan di nobatkan pada nama bandara internasional yang otoritas kepenilikannya AP bukan perusahaan swasta , atau aama dengan milik negara , terserah negara mau menamakan apa jangan sampai ada bandara lain yang ngambil nama maulana Syaikh kan rugi sekali kita.

Kebanggaan kita harusnya berterima kasih kepada negara sudah memberikan penghargaan kepada rakyat NTB karena bandara itu juga bukan bandaranya Lombok tengah saja tapi bandara milik seluruh masyarakat NTB, kita tidak boleh melihat ini sempit dan dari sudut yang kecil kita harus melihat ini luas dan skala mendunia, jangan bawa ini ke ranah lokal atau hanya soal maiq dan meres saja tapi ini sebuah anugerah yang maha tinggi sebagai syarat Lombok tengah yang akan mendunia.

Nanti akan turun pembalap-pembalap dunia di bandara ini, tokoh-tokoh dunia juga akan mendarat di sini jadi sosok maulana syaikh sudah pantas dan cocok.

Apa yang di lakukan oleh kadis perhubungan atas izin bupati tidak hadir dalam rapat di provinsi tidak penting ditanggapi oleh pihak perhubungan provinsi maupun kementrian perhubungan di jakarta, rakyat Loteng lebih penting bagaimana kesejahteraan naik nama bandara tidak ada urusan sama kesejahteraan kami.

Coba pemda fokus benahi ekonomi rakyat yang sedang kacau dan runtuh ini kok malah ngurusin kebijakan pemerintah yang jauh dari urusan ekonomi.
Kami sebagai ornamen pemuda di Loteng meinta pihak otoritas bandara melaksanakan kebijakan pemenrintah pusat tidak terganggu dengan penolakan satu dua orang yang tidak memiliki kapasitas dalam bandara tersebut.

Sekali lagi kami ornamen muda menjaga marwah ulama dan pahlawan nasioanal kita dan berterima kasih kepada pemerintah pusat untuk anugerah ini, jika ada pihak yg keberatan akan penamaan tersebut baiknya protes ke pusat ke kementrian, jangan pancing orang ribut karena masyarakat lagi sibuk cari isi perut , ndarak dengan telengok dan runguk aran bandara [Tidak ada yang peduli dengan nama bandara], toh juga tetap akan di sebut BIL atau tanaq awu apapun namanya, contoh dulu selalu kita bilang ke Rembige jarang kita bilang ke bandara Selaparang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here