Beranda Hukum Kriminal Didemo Gapura NTB, Pengecer Pupuk di Desa Dasan Baru Kopang Akhirnya Bersedia...

Didemo Gapura NTB, Pengecer Pupuk di Desa Dasan Baru Kopang Akhirnya Bersedia Berhenti

Demo yang digelar LSM Gapura NTB terkait penjualan Pupuk Bersubdisi di desa Dasan Baru Kopang dan Desa Persiapan Pajangan yang melewati HET.

0
BERBAGI
Gapura NTB Saat hearing penjualan Pupuk bersubsidi di desa Dasan Baru. Insert: Suparlan, pengecer di desa Dasan Baru Kopang saat menandatangani pengunduran diri menjadi pengecer pupuk.

Koresponden Koranmerah.com


LSM Gerakan pengawal Suara Rakyat [Gapura NTB] terpaksa menggelar hearing ke kantor Unit Pelaksana Teknis [UPT] Pertanian dan Kesehatan Hewan Kecamatan Kopang Lombok Tengah hari ini, Senin [18/01/2021].

Aksi Gapura NTB ini adalah buntut keluhan masyarakat terhadap tingginya harga pupuk bersubsidi belakangan ini di desa Dasan Baru dan desa Persiapan Pajangan khususnya yang disinyalir melewati batas Harga Eceran Tertinggi [HET] berdasarkan Permentan no/45 tanggal 30 Desember 2020 dan SK Kadis Pertanian Loteng nomor 4 Januari 2021.

Hadir dalam kesempatan ini, kepala KUPT, Lalu Muhammad Saleh, para pengawas dan pengecer Pupuk di Desa Dasan Baru, Suparlan dan Kapolsek Kopang.

Dialog antara ketua Gapura NTB, Masturiadi dengan Suparlan selaku pengecer berlangsung memanas. Masturiadi mendesak agar Suparlan mengakui perbuatannya yang menjual pupuk bersubsidi melewati HET, sementara Suparlan berdalih bahwa harga tersebut sudah ada kesepakatan dengan pihak kelompok tani.

” Anda menaikkan harga pupuk subsidi dari Rp.225 ribu perkwintal menjadi Rp.300 ribu, dasar hukumnya apa, tidak bisa dijelaskan,” kata Masturadi ke Suparlan selaku pengecer.

Selain itu juga, Gapura NTB juga mendesak agar pihak pihak yang terlibat di UPT Pertanian Kopang juga ikut bertanggung jawab.

” Kita mendesak agar dia Suparlan mengakui perbuatannya dengan membuat surat pernyataan dan bersedia berhenti jadi pengecer pupuk. Selain itu, mengganti pengawas wilayah desa Dasan Baru khususnya karena telah membiarkan praktek penjualan pupuk melewati HET, ” timpal Sekretaris Gapura NTB, Shaufi Maulana.

Melalui perdebatan yang cukup alot, akhirnya Suparlan bersedia mengajukan pengunduran diri sebagai pengecer di desa Dasan Baru Kopang. Ia pun membuat surat pengunduran diri bermaterai disaksikan puluhan anggota Gapura NTB, termasuk anggota kepolisian Sektor Kopang.

” Hasil kita ini akan saya bawa ke Kepala Dinas dan Distributor, ” kata KUPT Pertanian Kecamatan Kopang, Lalu Muh.Saleh.

Saleh menjelaskan di kecamatan Kopang terdapat 15 pengecer. Saat ini sudah didistribusikan setiap pengecer 10 ton pupuk.

” Jatah pupuk Subsidi untuk Kecamatan Kopang sebanyak 1805 ton pertahun untuk tiga kali masa tanam. Dengan luas areal 3600 hektar,” katanya.

Gapur NTB Sendiri akan mengawal terus proses pendistribusian pupuk khususnya di kecamatan Kopang dan Lombok Tengah secara keseluruhan.

” Kita pesan kepada para pengecer Pupuk untuk tidak menjual pupuk bersubsidi melewati ketentuan. kami akan terus mengawasi,” tandas ketua Gapura NTB, Masturiadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here