Beranda Editorial Disayangkan Hanya Gibran Yang Tak Hadiri Dialog Publik Yang Diselenggarakan Muhammadiyah

Disayangkan Hanya Gibran Yang Tak Hadiri Dialog Publik Yang Diselenggarakan Muhammadiyah

0
BERBAGI
Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti/ net
Koresponden Koranmerah.com

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, menyampaikan kekecewaannya terhadap ketidakhadiran Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, dalam acara dialog publik PP Muhammadiyah yang diselenggarakan di kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) pada Jumat (24/11).
Meskipun pihak Gibran sebelumnya telah menyetujui kehadirannya dalam dialog publik tersebut, Mu’ti menyatakan bahwa ketidakhadiran tersebut di luar wewenangnya.
“Eman-eman sebenarnya, kami sebenarnya sangat menyayangkan. Tapi itu semua sudah kita berikan kesempatan, sudah kita berikan ruang bahkan jadwal pun kita sepakati untuk kita sesuaikan.”Kata Mu’ti seperti dilansir Kumparan.
Mu’ti menambahkan bahwa meskipun Gibran telah menyetujui kehadirannya dalam dialog, tidak hadir dalam acara tersebut adalah keputusan yang sudah di luar otoritas mereka. “Tapi kalau sudah tidak datang, it’s beyond our authority, sudah di luar otoritas kita,” ujarnya.
Gibran Rakabuming Raka diketahui absen di UMSurabaya karena menghadiri silaturahmi di Ponpes Ammanatul Umah di Mojokerto pada pukul 10.00 WIB. Meski lokasinya tidak terlalu jauh dari kampus UMSurabaya, keputusan untuk tidak hadir tetap diambil.
Mu’ti menjelaskan bahwa mendatangkan capres-cawapres tidaklah mudah, terutama menjelang masa kampanye. “Sekarang, kan, sudah masa mendekati kampanye. Dan kalau mengundang beliau tentu sudah tidak leluasa bagi Muhammadiyah karena sudah di bawah koordinasi dan di bawah pengawasan dari Bawaslu dan KPU,” terang Mu’ti.
Untuk menghadirkan capres-cawapres dalam acara, pihak PP Muhammadiyah harus berkoordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
“Karena itu kalau, toh, misalnya Mas Gibran akan berdialog dengan Muhammadiyah kami akan harus komunikasi dengan KPU sebagai penyelenggara pemilu,” kata Mu’ti.
Meskipun saat ini belum memasuki masa kampanye, dialog publik di kampus dianggap sebagai bagian dari rangkaian dialog dan kajian ilmiah atas visi, misi, dan program yang ditawarkan oleh calon presiden dan wakil presiden.
Prabowo Subianto, ketua partai yang mencalonkan Gibran, memberikan klarifikasi terkait ketidakhadiran Gibran. Ia menyebutkan bahwa Gibran sedang menghadiri acara Nahdlatul Ulama di Mojokerto.
“Saya meminta maaf Saudara Gibran Rakabuming Raka tidak bisa hadir karena justru ada acara lain yang bersamaan juga di Jawa Timur juga. Tapi yang menyelenggarakan Nahdlatul Ulama,” ujar Prabowo.
Dengan demikian, keputusan Gibran untuk tidak hadir dalam dialog publik PP Muhammadiyah menjadi perbincangan di tengah persiapan menuju pemilihan presiden yang semakin dekat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here