Tindakan persikusi yang dilakukan kepada Neno Warisman dan orang orang yang mengumandangkan Tagar #2019 Ganti Presiden mengundang kecaman dari sejumlah pihak.
Pegiat Media Sosial Mustofa B.Nahrawardaya menyebut tindakan tersebut adalah bentuk ketakutan rezim saat ini atas gerusan keinginan publik untuk mengganti presiden mengingat kondisi Negara saat ini yang dinilai public dalam keadaan morat marit.
“ Soal persaingan tagar. Ini hanya soal tagar saja sebenarnya.bukan kampanye, kalau kampanye diatur dalam undang undang no 17 tahun 2017. Yang dia maksud adalah pergantian presiden pada tahun 2019.bukan soal mendukung calon yang mana.”katanya.
Menurut Mustofa , jika adalah deklarasi tagar ini diikuti oleh massa yang banyak. Maka ini menandakan bahwa mayoritas masyarakat menilai diperlukannya pergantian sistem pemerintahan dibawah presiden yang baru. Yang dinilai rakyat lebih baik dari saat ini.
“ Berarti yang mendukung tagar itu sangat banyak, melebihi tagar yang lain. Karena itu menjadi tranding topic, selalu paling atas.”katanya lagi.
“Jadi tidak perlu takut, tidak perlu parno dengan orang tua dan emak emak.”tandasnya menambahkan.