Beranda Nasional Gubernur Berang, Mafia Tiongkok Rusak Pariwisata Bali. Begini Modusnya

Gubernur Berang, Mafia Tiongkok Rusak Pariwisata Bali. Begini Modusnya

0
BERBAGI
Gubernur Bali, Wayan Koster

Editorial Koranmerah ( Kamis, 15/11)


Rusaknya citra pariwisata Bali akibat aktivitas jaringan toko “Mafia Tiongkok”, akan memasuki babak baru. Gubernur Bali Wayan Koster memimpin rapat khusus secara tertutup, Kamis (8/11). Usai rapat Koster menegaskan, tidak perlu toleransi. Seluruh jaringan toko atau artshop yang berjalan dengan aktivitas tidak sehat, termasuk travel agen nakal agar langsung ditutup. Perintah lisan itu, akan disusul dengan intruksi tertulis untuk ditutup mulai Jumat (9/11). Demikian diberitakan  Baliexpress.jawapos.com

Kasus ini berawal dari penjelasan Ketua Bali Liang (Komite Tiongkok Asita Daerah Bali) Elsye Deliana yang menjelaskan, saat ini memang wisatawan Tiongkok kunjungan tertinggi di Bali.

Namun ada praktik – praktik yang  terkait Bali dijual murah di Tiongkok sudah menjadi masalah yang sangat mengkawatirkan bagi Bali. Bali awalnya dijual Rp 2 juta, setelah angka 99 RMB atau Sekitar Rp 2 juta, kemudian turun menjadi 777 RMB sekitar Rp 1,5 juta, kemudian turun lagi menjadi 499 RMB atau sekitar Rp 1 juta dan terakhir sudah sampai 299 RMB sekitar Rp 600 ribu. Dan terakhir sampai Rp 200 ribu, namun penerbangan sekitar 200 wisatawan itu dibatalkan oleh Pemerintah Shenzhen, karena dianggap harganya tidak sehat.

Ini terjadi karena ada permainan besar dari penjual. Ada pengusaha dari Tiongkok juga yang membangun usaha Art shop di Bali. Dengan jumlah yang sudah cukup banyak di Bali. Toko – toko ini yang mensubsidi wisatawan dengan biaya murah itu ke Bali. Namun mereka nantinya wajib untuk masuk ke toko – toko itu. Namun mereka sudah seperti beli kepala, wisatawan itu wajib masuk toko itu. Seperti dipaksa belanja di sana. Mereka masuk, kemudian membeli barang – barang berbahan Latex, seperti kasur, sofa, bantal dan lainnya.

Gubernur Koster mengatakan, langkah tegas ini tidak akan merugikan Bali. Atau membuat wisatawan Tiongkok datang ke Bali. Potensi wisatawan Tiongkok sangat besar. “Yang cinta Bali masih sangat banyak, yang ingin ke Bali, bukan dengan pola dipaksa masuk toko juga masih sangat banyak langkah tegas ini tidak akan mempengaruhi citra pariwisata Bali, malahan citranya bagus ada ketegasan dalam menuntaskan masalah,” urai Gubernur asal Semiran, Buleleng ini.

“Kedepannya akan dilakukan penataan secara tertib. Membangun usaha yang tertib, menghormati budaya Bali, mencintai Bali dan menjaga nama baik Bali,” imbuh Koster.

Kepala Satpol PP Badung IGAK Suryanegara bersama Kabid Trantib Satpol PP Bali Dewa Darmadi jugas memastikan bahwa pihaknya mulai Jumat hari ini akan langsung melakukan penutupan. “Bukan sidak lagi, tapi kami menutup besok,” tegas Dewa Darmadi yang ikut dalam rapat.

Sedangkan IGAK Suryanegara mengatakan mulai Jumat ini akan melakukan penutupan jaringan Tiongkok, yang didapatkan baru 16 toko di Badung. Namun pihaknya juga menunggu intruksi Gubernur Bali yang akan diturunkan ke Bupati Badung. “Hari ini terbit intruksi Gubernur, nanti akan diturunkan ke Bapak Bupati Badung, selanjutnya dari Bupati akan memerintahkan kami. Besok (hari ini) kami mulai menutup toko,” tegasnya.

Seperti halnya berita sebelumnya, setelah terkuak kasus ini, akhirnya DPRD Bali mengeluarkan rekomendasi. Rekomendasi itu dengan nomor 556/2843/DPRD, sifat segera ditandatangani oleh Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, ditujukan ke GUbernur Bali dan Bupati/Walikota se Bali. Disebutkan berdasarkan rapat kerja yang dilaksanakan jajaran DPRD Bali, melibatkan semua komponen pariwisata, unsur polisi, Imigrasi, serta OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, membahas masalah pariwisata Bali, khususnya praktek bisnis yang melanggar aturan dan tidak sehat. DPRD Bali merekomendasikan beberapa point.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here