Pengurus DPC Masata Kab. Lombok Tengah berfoto bersama Kadisbudpar Lombok Tengah, Perwakilan Pokdarwis Lombok Tengah dan DPD Masata NTB usai Pembukaan Rakerda.
Dewan Pimpinan Cabang Masyarakat Sadar Wisata (DPC Masata) Kabupaten Lombok Tengah menggelar Rapat Kerja (Rakerda) yang digelar dari tanggal 12-13 April 2021.
Kegiatan yang mengambil tempat di Aula Kantor KONI Lombok Tengah ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti hasil Rakernas Masata di Jakarta pada akhir tahun 2020 lalu. Rakerda ini dihadiri oleh seluruh pengurus DPC, DPD Masata NTB dan Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Lombok Tengah.
Masata sendiri merupakan komunitas Sadar Wisata yang sudah ada di seluruh provinsi di Indonesia dengan lebih dari 100 DPD/DPC.
” Pasca Rakernas akhir tahun lalu, kami di DPC Masata Lombok Tengah akan melakukan pembinaan kepada 5 desa wisata yang dipilih Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk dikembangkan di Kabupaten Lombok Tengah, ” ujar Ketua DPC Masata Loteng Lalu Sandika Irwan dalam sesi pembukaan.
Sandika juga menjelaskan bahwa DPP Masata sudah melakukan kesepakatan kerjasama dengan Kemenparekraf RI sebagai mitra program pemerintah untuk membantu mengembangkan Desa Wisata,” ada beberapa desa wisata yang kami usulkan tapi dari kementerian hanya memilih 5 lima desa untuk Kabupeten Lombok Tengah,” katanya.
Lebih lanjut Sandika menjelaskan pengurus cabang juga akan melakukan kesepakatan kerjasama dengan Mandalika Hotel Assosiation (MHA) sebagai bentuk tanggung jawab moral para pelaku usaha pariwisata dalam melakukan pengembangan dan pembinaan terhadap produk-produk UMKM di Masyarakat.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupten Lombok Tengah, Lendek Jayadi dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terlaksananya Rakerda Cabang Masata Lombok Tengah ini, Ia berharap Rakerda menghasilkan program-program kepariwisataan yang dapat menggeliatkan dunia pariwisata di Lombok Tengah khususnya. Sementara Pemerintah Daerah sendiri kata Lendek sangat menyambut baik terobosan yang dilakukan oleh para pemerhati pariwisata.
“Tentu selama itu baik untuk pembangunan pariwisata kita, ya selalu kita dukung” ujarnya.
Kadisbudpar juga menjelaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan mampu melakukan pengembangan pariwisata daerah ini sendiri, semua stakeholder pariwisata harus ikut terlibat, ” kita bekerja bersama dan bekerjasama saling membantu,” pungkasnya.
Sementara itu, hadir juga dalam kesempatan tersebut Ketua DPD Masata NTB, Aksar DG Kamis yang menyampaikan bahwa DPD Masata NTB menyambut baik program-program DPC sebagaimana amanah pada waktu Rakernas
” Masata ditunjuk oleh Kemenparekraf RI Deputi Bidang Pemberdayaan Sumber Daya dan Kelembagaan untuk melakukan pendampingan, pengembangan dan pemasaran produk-produk UMKM yang ada di Desa Wisata,” tandasnya.