Beranda Nasional NW Ingin Istigosah di BIL, Batal Hari Senen. Ini Keterangan Pengurusnya

NW Ingin Istigosah di BIL, Batal Hari Senen. Ini Keterangan Pengurusnya

1604
0
BERBAGI
istigosah NW di BIL
Ketua DPW NW NTB, TGH.LAlu Gede Zaenudin Atsani

Koresponden Koranmerah ( Minggu 9/9)


Rencana istigosah dalam rangka selamatan dan syukuran perubahan  nama bandara Lombok yang sebelumnya Lombok Internasional Airport atau Bandara Internasional Lombok menjadi Bandara Internasional Zaenudin Abdul Majid, pahlawan nasional yang merupakan pendiri organiasai islam Nahdlatul Wathan.

Sebelumnya berada surat pengajuan untuk melakukan istigosah di Masjid Bandara Internasional Lombok (BIL). Dalam pengajuan izin tersebut yang bertanda tangan TGH.Lalu Gede M.Zaenudin Atsani selaku ketua wilayah pengurus NW NTB, termasuk juga TGH.Fakhrurrozi, selaku sekretaris NW. Dimana acara tersebut sebelumnya akan digelar pada hari, Senen (9/9/2018).

Namun akhirnya istigosah tersebut akhirnya dibatalkan karena masih mematangkan koordinasi semua pihak terutama pihak Angkasa Pura (AP) yang menjadi otoritas bandara, dan pihak kepolisian biar acara doa syukuran itu berjalan dengan lancar dan aman.

“ Pada prinsipnya, kami menghargai pihak AP karena bandara adalah obyek vital yang tidak boleh melakukan kegiatan selain penerbangan. Artinya, acara doa syukuran yang direncanakan di masjid bandara akan diundur baik waktu dan tempat. Tapi yang jelas acara tetap akan berlangsung di Kabupaten Lombok Tengah.” Kata Ketua PW NW NTB Tuan Guru Bajang KH M Zainuddin Atsani, melalui press realesenya, Minggu (09/09).seperti dikutip suaraanjani.co.id

Atsani juga meminta kepada para pemangku kebijakan baik propinsi maupun daerah agar bisa menahan diri, tidak usah saling menyalahkan dan berstatemen yang bikin gaduh, tapi coba duduk bersama untuk mengkondusifkan situasi. Ia meminta agar tidak terjadi kubu kubuan dan menjadikan nama bandara jadi polemik.

“ Saya mengajak semua pihak kita duduk bersama.Saya dengan segala kerendahan hati meminta maaf kalau ada pihak pihak yang merasa kurang menerima niat baik saya ini. Terlebih Gubernur NTB dan Bupati Lombok Tengah bersama tokoh harus duduk bersama dan menyelesaikan kesalahpahaman ini. Jangan libatkan masyarakat karena akan dampaknya tidak bagus bagi persatuan kita,” pungkasnya.

Sekretaris PWNW NTB Dr.Fahrurrozi menambahkan bahwa esensi dari kegiatan ini sesungguhnya sebagai wujud refleksi kesyukuran masyarakat NTB atas perubahan nama bandara LIA menjadi Bandar Udara Zainuddin Abdul Madjid.

“Tidak berlebihan kami mengadakan acara ini semata mata mensyukuri sekaligus sebagai rasa bangga kami Guru Besar kami dan guru warga NTB disematkan namanya di ruang publik yang menjadi corong informasi dunia,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here