Beranda Nasional Jokowi Sebut Politisi Sontoloyo. Waketum Gerindra: Tunjuk Hidung Sendiri

Jokowi Sebut Politisi Sontoloyo. Waketum Gerindra: Tunjuk Hidung Sendiri

369
0
BERBAGI
Presiden Jokowi Foto: tribun

Koresponden Koranmerah ( Kamis, 25/10)


Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung politikus sontoloyo saat membagikan lima ribu sertifikat tanah untuk warga di Lapangan Bola Ahmad Yani, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2018) lalu.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sontoloyo berarti konyol, tidak beres, bodoh (dipakai sebagai kata makian).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Ferry Juliantono memandang, kika maksudnya benar begitu, artinya sama saja Jokowi tengah menunjuk ke mukanya sendiri.

Pasalnya, lanjut Ferry, juru kampanye atau jurkam dirinya di Pilpres 2019 satu persatu tersandung kasus suap korupsi dan tengah menjalani proses hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Neneng Hassanah Bupati Bekasi suap Meikarta, terbaru Bupati Cirebon kena OTT KPK dan ini kan sama dengan politikus sontoloyo. Mereka ini jurkamnya Jokowi, sama saja Jokowi tengah menunjuk hidung sendiri jika begitu,” kata Ferry di Jakarta, Kamis (25/10/2018).

Selain itu, kata Ferry, divestasi saham PT Freeport Indonesia juga sampai saat ini juga belum ada bukti nyata. Padahal, pemerintah sebelumnya mengklaim jika divestasi saham Freeport sebesar 51% telah berhasil kembali ke pangkuan ibu pertiwi dan disampaikan di panggung terhormat parlemen DPR RI di depan para wakil rakyat Senayan.

Selain tidak jelas, lanjut dia, kini juga ditemukan adanya potensi kerugian lingkungan senilai Rp 185 triliun, yang disinyalir telah ditemukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Ini juga sontoloyo 51% saham Freeport, artinya tidak benar,” beber Ferry.

Bahkan, soal penangannan bencana di Lombok dan Sulawesi Tengah, hingga saat ini belum jelas dan tidak maksmial.

Ferry menambahkan, pemerintah justru mementingkan acara pertemuan tahunan IMF-Wold Bank di Bali beberapa waktu lalu dengan menggelontorkan dana ratusan miliar rupiah.

“Ini juga masuk sontoloyo penanganan bencana karena tidak beres penanganannya,” imbuhnya. (Alf/TS)

Sumber: Teropongsenayan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here