Beranda Publik Politik Desa Selebung Pecah Telur. Sosok KTS, Dari Buruh Tani, Hingga Ke Meja...

Desa Selebung Pecah Telur. Sosok KTS, Dari Buruh Tani, Hingga Ke Meja Dewan

965
0
BERBAGI
H. Sidik Maulana [KTS] [jas], saat bersama Tokoh Pemuda desa Selebung, Alfian usai pelantikan DPRD Lombok Tengah

Koresponden Koranmerah [Jumat, 30/8]


Pria ini mulanya adalah petani biasa, bahkan ia adalah buruh tani. Dari bertani hingga menjadi penggarap, lalu kemudian menjadi pekerja di Malaysia, membangun berbagai usaha ia geluti untuk menyambung hidup.

Meski sejumlah usahanya ada yang gagal, Sifat telaten dan tak kenal lelah membuat ia perlahan meraih sukses.

Dari berbagai usaha telah digelutinya yang mengantarkan pada satu usaha yang merubah nasibnya secara drastis. Ia ditawari oleh teman sejawatnya pada tahun 2010 untuk mencoba peruntungan pada usaha bisnis Valuta Asing. Awalnya ia ragu, namun dengan keberanian ia kemudian memulai usaha yang masih buta pengetahuan ini.

8 bulan ia menekuni usaha ini, ia merugi sekitar Rp.800 Juta. Namun ia tak patah arang, ia mencoba lagi dan akhirnya dalam dua bulan kemudian ia untung hingga Rp.2 Milliar. Sejak itu bisnisnya berjalan dengan baik hingga kini.

“ Bisnis Valas itu bukan hanya mengandalkan perasaan saja, tapi perhitungan. Kebetulan saya sejak pelajar dulu suka pelajaran matematikan,” Kata H.M Sidik, Caleg terpilih DPRD Lombok Tengah yang telah dilantik pada tanggal 28 Agustus lalu saat ditemui di rumahnya di dusun Tanak Embang Lauq Desa Selebung, Batu Keliang ini.

Pria yang lahir 16 Mei 1976 ini menceritakan ihwal usahanya, Ia kemudian mendirikan Usaha Umroh pada tahun 2013 lalu yang kemudian memperbesar pundinya. Usaha Umroh tersebut masih beroperasi sukses sampai sekarang.

Kenapa Bisa Masuk Dunia Politik?

Pria yang kerab dipanggil KTS alias Kaq Tuan Sidik ini menceritakan awalnya tidak tertarik sama sekali untuk terjun ke dunia politik praktis. Karena ia menyadari dirinya adalah pebisnis yang focus menjalankan usahanya.

Namun, niatannya mulai menyeruak untuk masuk politik setelah melihat peristiwa yang menimpa para ulama yang banyak mengalami kriminalisasi. Dimana politik nasional yang terjadi seakan mendeskreditkan ulama dan agama islam.

“ Kebijakan kebijakan pemerintah yang tidak pro terhadap umat islam yang kita lihat saat itu. Akhirnya muncul rasa simpatilah terhadap temen teman ulama. Sehingga saya memutuskan, jika saya bisa masuk politik, saya bisa berkontribusi untuk umat. Kebetulan juga sahabat saya juga kebanyakan adalah orang yang bergelut di bidang politik,” kata KTS.

Temen sejawatnya itu kebetulan berkecimpung di Partai Keadilan Sejahtera menawarkan dirinya untuk masuk menjadi kader PKS dan menjadi Calon Legislatif. Akhirnya atas tawaran itulah, KTS kemudian memberanikan masuk dalam dunia politik.

“ Alasan lain saya masuk politik adalah bagaimana saya bisa mendermabaktikan hidup saya bagi masyarakat banyak. Mungkin motivasi utama saya adalah bagi kami bermamfaat bagi orang banyak. Menebar mamfaat di sisa umur saya,” kata pria yang juga pernah menjadi ketua tani Holtikultura di Batu Keliang pada tahun 2005 lalu ini.

Sebagai petani dan pengusaha, KTS berniat berbuat sebanyak-banyaknya untuk masyarakat yang dia wakili. Sehingga di Komisi apapun di DPRD Lombok Tengah, ia siap menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.

Untuk menampung semua aspirasi yang ia serap dari masyarakat. KTS bersama timnya sudah membentuk  sebuah badan yang diharapkan menjadi lembaga yang bergerak secara sistematis untuk menggodok aspirasi yang direalisasikan sehingga bisa terlaksana dengan baik dan tepat sasaran. Lembaga tersebut bernama [Kak Tuan Sidik] KTS Foundition.

“ PR saya adalah kami akan merangkul semua kepentingan. Semua unsur pemuda dan masyarakat untuk merekrut mereka sebagai anggota. Disitu kita rumuskan bagaimana memberdayakan masyarakat ke depan. Yang jelas target kami adalah mengutamakan pembangunan ekonomi mereka. Bukan membangun infrastruktur seperti dewan yang lain,” pungkas KTS.

Tampilnya KTS menjadi anggota dewan adalah satu sejarah baru bagi masyarakat desa Selebung. Karena selama 50 tahun terakhir, belum ada anggota dewan yang berasal dari desa Selebung.

Bak ibarat  “ pecah telur” bagi warga desa Selebung, karena saking lamanya tidak ada anggota dewan yang mewakili kepentingan desa Selebung secara khusus.

Berkaca dari itu, maka KTS tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk berbuat banyak. Komponen masyarakat yang ada akan ia ajak bersama sama membangun daerah dan wilayah. Dengan lembaga yang sudah terbentuk ini, ia akan menjadikannya wadah yang bisa mengakomodir semua kepentingan masyarakat.

“ Yang jelas, semua aspirasi masyarakat menjadi perhatian kita semua. Saya sebagai dewan pertama dari desa Selebung akan berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Mohon doa semua pihak,” pungkasnya menutup sesi wawancara.

Sementara itu, Tokoh Pemuda Desa Selebung, Alfian berharap KTS bisa menjadi menjabatani kepentingan masyarakat Kecamatan Batu Keliang dan Batu Keliang Utara.

Dijelaskannya, sejak lama desa Selebung sudah menunggu momentum bisa mengirimkan wakilnya di DPRD Lombok Tengah, namun baru kali ini bisa terwujud.

” Saya berharap penuh Kaq Tuan Sidik menjadi dewan yang tampil mewakili seluruh aspirasi masyarakat secara keseluruhan. Terutama dua kecamatan ini, Kami tentu sangat bangga bisa diwakili beliu yang kita kenal rendah hati dan bersahaja dan mempunyai kompetensi di bidangnya,” pungkas Alfian.

Alfian juga meminta semua pihak mendukung KTS dalam menjalankan amanah yang diemban saat ini dengan memberikan asupan saran dan masukan yang membangun sehingga keberadaan KTS di DPRD Lombok Tengah bisa bermamfaat sebesar besarnya untuk rakyat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here